Ada yang terasa lucu dari negeri ini. Kita sudah 81 tahun merdeka, tetapi kadang cara negara berbicara kepada rakyat terdengar seperti Indonesia baru saja keluar dari pintu gerbang kemerdekaan. Pidato tentang kemandirian terdengar berulang-ulang—tentang rakyat harus makan, tentang koperasi, rumah, kebutuhan dasar, hingga kembali kepada kesederhanaan. Semua itu tentu penting. Tetapi ada satu pertanyaan yang agak kurang sopan untuk diajukan: setelah 81 tahun merdeka, kapan kita mulai benar-benar sibuk membicarakan masa depan?