Sejauh ini kita sudah melihat betapa khazanah pantun Minangkabau kaya dengan pantun muda. Kita mendapat gambaran bahwa dunia percintaan dan erotisme tidak ‘diharamkan’ dalam pantun-pantun Minangkabau, walaupun etnis Minangkabau diidentikkan dengan Islam.
rundiang
Hujjah Berbalut Sya’ir: Apologetika Tarekat Inyiak Canduang dalam Dawa’ul Qulub
Tercatat dalam lembaran sejarah intelektual Minangkabau awal abad ke-20, perdebatan teologis antara Kaum Muda dan Kaum Tua menemukan salah satu manifestasi tekstualnya yang paling memikat melalui kalam Syekh Sulaiman Ar-Rasuli Canduang (1871-1970).
81 Tahun Merdeka: Pertanyaan Tan Malaka yang Belum Terjawab
Dari Persatuan Perjuangan hingga Indonesia hari ini, kemerdekaan bukan hanya soal merebut kekuasaan, tetapi tentang siapa yang akhirnya menjadi tuan di negeri sendiri.
Kota Gastronomi: K(u)ahnyo, Sampai ka Ruang Tamu
assalamu’alaikum / pak
dari kota yang di baliho
disebut tercinta
lalu ikut dipanggil Serambi Mekah
sampai Padang Panjang berdehem
Indonesia 81 Tahun Merdeka, Mengapa Gagasan Negaranya Seperti Sedang Mengulang Masa Lalu?
Ada yang terasa lucu dari negeri ini. Kita sudah 81 tahun merdeka, tetapi kadang cara negara berbicara kepada rakyat terdengar seperti Indonesia baru saja keluar dari pintu gerbang kemerdekaan. Pidato tentang kemandirian terdengar berulang-ulang—tentang rakyat harus makan, tentang koperasi, rumah, kebutuhan dasar, hingga kembali kepada kesederhanaan. Semua itu tentu penting. Tetapi ada satu pertanyaan yang agak kurang sopan untuk diajukan: setelah 81 tahun merdeka, kapan kita mulai benar-benar sibuk membicarakan masa depan?
Berkaca Diri: Aturan Dapat Beradaptasi tanpa Pilih Kasih
Seorang anak gadis melawan kakak laki – lakinya hingga balas membalas. Ucapan terakhir, sampai pada kalimat “Uda selah kawin samo inyo!” (Abang saja yang menikah sama laki – laki itu). Sejak itu pula, gadis paling cantik dikeluarganya dimusuhi. Dia tidak mau dijodohkan, dia tidak mau dikawinkan dengan siapapun kecuali dengan laki–laki pilihannya, dan mereka sepersukuan.





