Sosok

Vasily Malygin: Petualang Rusia, Selundupan Senjata, dan Perlawanan Rakyat Lombok 1893

Vasily Malygin: Petualang Rusia, Selundupan Senjata, dan Perlawanan Rakyat Lombok 1893

Dunia sekarang sedang menyorot Vladimir Putin, Presiden Rusia kelahiran St. Petersburg 7 Oktober 1952 yang konon terpancur ke dunia dari rahim seorang wanita yang dalam keadaan sekarat hampir dikubur secara massal oleh pasukan Hitler di tahun 1940-an. Bagi kebanyakan orang Indonesia, mungkin konflik Rusia-Ukraina yang sedang terjadi terasa jauh, dapat dikesan dari tidak adanya demo solidaritas untuk rakyat Ukraina sebagaimana sedang terjadi di banyak kota Eropa dan Amerika (termasuk Amerika Latin).

Riwayat Perjalanan Intelektual Rangkayo Chailan Sjamsoe Membela Hak Perempuan

Riwayat Perjalanan Intelektual Rangkayo Chailan Sjamsoe Membela Hak Perempuan

Nama wanita gempal yang duduk di tengah dalam foto ini adalah Rangkayo Chailan Sjamsoe Datoek Tomanggoeng (selanjutnya: [Rangkayo] Chailan Sjamsoe). Gelar ‘Rangkayo’ di awal namanya jelas mengindikasikan bahwa dia berasal dari kalangan berada dan terpelajar dari Minangkabau. Memang dalam masyarakat matrilineal terbesar di dunia itu, gelar ‘rangkayo’ hanya diperuntukkan bagi wanita. Sedangkan gelar ‘Datoek Toemanggoeng’ di akhir namanya adalah nama adat suaminya, Landjoemin Datoek Toemanggoeng, seorang intelektual Minangkabau dan penggiat pers pribumi di Batavia di awal abad 20.

Tuan Zainuddin El-Junusy Labay

Tuan Zainuddin El-Junusy Labay

Tulisan ini merupakan tulisan dari Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan nama Buya Hamka. Tulisan ini termuat dalam buku berjudul: ”Sedjarah Minangkabau dengan Agama Islam” yang dicetak di Tasamartul Ichwan, Fort de Kock, Bukittinggi, pada tahun 1929. Redaksi menilai, bahwa penting untuk menyebarluaskan tulisan ini kembali, mengingat tulisan ini terbilang sulit ditemukan cetakannya.