Aan Zaputra

Berpulangnya Utiah Monen: Sang Maestro Rabab Pariaman Terakhir

Berpulangnya Utiah Monen: Sang Maestro Rabab Pariaman Terakhir

“Innalillahi wa inailaihi rojiun. Telah berpulang Bapak kita sang Maestro Rabab Galuak, Bapak Utiah Monen[,] pagi ini di Salibutan. Mari sama-sama kita tunduk[k]an kepada dan berdoa untuk beliau[,] semoga Almarhum tenang disisi-Nya (sic).

Kami segenap keluarga Mozaik Lab menyampaikan duka sebesar-besarnya atas kehilangan sosok inspirasi (sic) yang sudah menemani kita selama berkarya mencari ‘Jejak Rabab Galuak’ kemarin.”

Dilema Nagari Ulu Aia: Merajut Batu dan Menggadaikan Marwah di Tengah Gempuran Zaman

Dilema Nagari Ulu Aia: Merajut Batu dan Menggadaikan Marwah di Tengah Gempuran Zaman

Sepucuk undangan peresmian Balai Adat Sigamak-gamak di Ulu Aia, Luak Limopuluah, belum lama ini berubah menjadi pusaran badai yang membelah ruang publik Minangkabau. Percetakan nama Tukiran dan Edbert dua dermawan non-Muslim asal Riau yang disandingkan dengan gelar kebesaran Datuak dalam undangan tersebut, langsung memicu gelombang kecaman tajam dari panggung-panggung elite tingkat provinsi. Dalam hitungan jam, wacana publik dijejali oleh narasi penodaan adat, ancaman eksistensial terhadap identitas komunal, hingga seruan keras untuk mempertahankan kemurnian falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Perkara Bahasa dan Politik Penyangkalan/Pembenaran?

Perkara Bahasa dan Politik Penyangkalan/Pembenaran?

“Batas-batas bahasaku, berarti batas-batas duniaku” (“Die Grenzen meiner Sprache bedeuten die Grenzen meiner Welt”). Begitulah tuturan Ludwig Wittgenstein dalam karyanya yang berjudul “Tractatus Logico-Philosophicus” (1921) — seorang filsuf Austria-Inggris abad ke-20 yang sangat berpengaruh dalam filsafat bahasa, logika, dan filsafat analitik.