Surya Suryadi

Nasib Lidah Para Perantau

Nasib Lidah Para Perantau

Menjadi perantau adalah pilihan hidup. Mereka sanggup meninggalkan sawah, ladang, dan keluarga demi mencari hidup di negeri orang. Tekadnya baja. Namun, ada satu anggota tubuh yang rupanya menolak ikut, yaitu lidah.

Pada bulan-bulan pertama di rantau, hampir semua perantau menyadarinya. Nasi di kos terasa hambar, telur dadar terasa sepi, dan di tengah malam kita tiba-tiba membayangkan samba lado yang jaraknya ratusan kilometer. Kita bisa belajar bahasa baru, menyesuaikan diri dengan kebiasaan setempat, dan membangun kehidupan dari nol. Tetapi urusan rasa, lidah sering punya kehendaknya sendiri.

Potret Wafatnya Bung Hatta dalam Kacamata Media Internasional

Potret Wafatnya Bung Hatta dalam Kacamata Media Internasional

Kematian adalah proses akhir kehidupan manusia di dunia dan awal perjalanan menuju kehidupan yang sesungguhnya. Selain itu, nilai sejati manusia ditentukan menurut apa yang sudah dilakukan dan apa yang akan diwariskan. Sudah barang tentu, meninggalnya Bung Hatta membawa perspektif yang beragam dari berbagai media antarbangsa. Oleh karena itu, penulis akan mengerucutkan pandangan media Belanda, Malaysia, dan Australia menyikapi wafatnya Bung Hatta.

Dalam Rumor Malewakan Gala Adat di Hulu Aia: Bias Peran Media, Cara Netizen Mengunyah Informasi, dan Respon Para Tokoh yang Belum Menyelesaikan Duduk Perkara

Dalam Rumor Malewakan Gala Adat di Hulu Aia: Bias Peran Media, Cara Netizen Mengunyah Informasi, dan Respon Para Tokoh yang Belum Menyelesaikan Duduk Perkara

Malam 20 September 2026, semangat gotong royong masyarakat adat Hulu Aia sedang memuncak. Peralatan pertukangan masih berbunyi di sana-sini. Mereka sibuk mempersiapkan perhelatan adat beberapa hari ke depan. Namun, dinginnya Hulu Aia seketika berubah sedikit gerah. Notifikasi di telepon genggam beberapa panitia berbunyi. Tautan pemberitaan digital tentang peristiwa adat yang akan mereka gelar ramai beredar, berpindah dari satu telepon ke telepon lainnya. Sejumlah berita dimuat dengan judul yang menurut saya cenderung clickbait. Ketika dibaca lebih jauh, ada jarak antara kesan yang dibangun judul dengan informasi dan kondisi faktual di lapangan. Tak bersewai-sewai antara singgang dengan asap, begitu jauh panggang dari api. Bayangkan bagaimana netizen akan memamah informasi itu.