Sastra

Aku Ini Binatang Jalang, Tapi Dibesarkan oleh Sjahrir

Aku Ini Binatang Jalang, Tapi Dibesarkan oleh Sjahrir

Di antara gejolak sejarah sastra Indonesia, Chairil Anwar berdiri seperti anak nakal yang menendang pintu konvensi. Ia tidak sekadar menulis puisi ia membongkar pakem. Sajak-sajaknya menolak kesantunan formal ala Pujangga Baru, lalu melompat ke wilayah yang lebih liar: ritme patah, diksi menohok, dan subjektivitas yang nyaris eksistensialis. Jika sastra adalah taman yang rapi, Chairil datang sebagai “tukang rusuh estetika” yang menanam semak berduri di tengah bunga-bunga.

Broker di Balik Saluak

Broker di Balik Saluak

Mengeja Saluak sebagai kuitansi, mengeja Gelar sebagai komoditas yang kelam.

Di mana pusaka bukan lagi beban, hanya label harga untuk membeli kursi. Kita berjalan di atas tanah yang sengketa, menyusun dusta di balik tumpukan kata-kata.