Rega Maulana Keliru: Nasi Padang Bukan Istilah yang Lahir Akibat PRRI
Tulisan ini dibuat sebagai tanggapan atas artikel saudara Rega Maulana yang berjudul “Nasi Padang...
Sullam al-Arab ila Lughah al-‘Arab: Kamus Arab “Ammiyah-Minang” Pertama, Karya Syekh Abdul Latif Syakur Ampek Angkek (w. 1963)
Tuan-tuan jika ditanya tentang Kamus Arab-Melayu di masa awal-awal, tentu tuan akan dengan mudah...
Pangan Belum Tentu Mandiri, Tapi Sudah Tersinggung: Melihat Duduk Perkara Laporan terhadap Feri Amsari
Pernyataan Feri Amsari yang menyebut swasembada pangan sebagai "kebohongan" seharusnya ditempatkan...
Nasi Padang dan Distorsi Penamaan Etnis Minangkabau
Para Perantau Minang barangkali memiliki keresahan yang sama saat berada di perantauan, terlebih...
Kritik untuk Tuangku: Seperti Apa Harusnya Tuangku? Apakah dengan Meninggalkan Kewajiban, Masih Bisa Disebut Tuangku?
Fenomena penghormatan terhadap figur Tuangku di Padang Pariaman kini berada di persimpangan jalan...
Luhak Limo Puluah dalam Catatan Midden-Sumatra 1877-1879: Keindahan Harau dan Payakumbuh (Hal. 45–46)
Dokumen atau risalah ini berjudul ”Midden-Sumatra: Reizen en onderzoekingen der Sumatra-expeditie,...
Batolong-tolongan: Saat Kisah Tan Malaka Bersemi Kembali di Nadi Seorang Anak Muda Bernama Devit
Mari flashback ke 1897, di Lihak Limo Puluah tepatnya di sebuah nagari bernama Pandam Gadang,...
Memperbaiki Cara Berpikir Jaksa Penuntut Umum dalam Kasus Dugaan Mark Up Amsal Sitepu
Suatu waktu persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, tepatnya pada kasus Amsal Christy Sitepu yang...
Gincu Kota Wisata, di Atas Amnesia Massal Ratusan Nyawa di Pelataran Jam Gadang
Awal September tahun 2025, aku kembali mengunjungi kota kelahiranku, Bukittinggi. “Bukittinggi...








