rundiang

Tuan Zainuddin El-Junusy Labay

Tuan Zainuddin El-Junusy Labay

Tulisan ini merupakan tulisan dari Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan nama Buya Hamka. Tulisan ini termuat dalam buku berjudul: ”Sedjarah Minangkabau dengan Agama Islam” yang dicetak di Tasamartul Ichwan, Fort de Kock, Bukittinggi, pada tahun 1929. Redaksi menilai, bahwa penting untuk menyebarluaskan tulisan ini kembali, mengingat tulisan ini terbilang sulit ditemukan cetakannya.

Membongkar Amnesia Digital Sejarah: Mengapa Narasi Luar tentang Minangkabau Kerap Keliru?

Membongkar Amnesia Digital Sejarah: Mengapa Narasi Luar tentang Minangkabau Kerap Keliru?

Bagi saya yang tumbuh dalam persilangan kultural—mengalir darah Minangkabau namun dibesarkan dalam iklim perantauan yang kompleks—melihat Ranah Minang dari kejauhan hari ini mendatangkan kecemasan tersendiri. Di era ketika algoritma media sosial lebih menyukai sensasi ketimbang akurasi, kebudayaan Minangkabau yang kokoh kini tengah menjadi sasaran empuk dekonstruksi narasi dari luar. Ada upaya sistematis, baik disadari atau tidak, yang berusaha mengkerdilkan tatanan sosiokultural Urang Awak. Narasi ini berkembang dari yang semula menyerang fondasi filosofis, kini bergeser menjadi upaya penggugatan memori kolektif melalui simplifikasi sejarah yang akut.