Namanya Andrianto, orang-orang memanggilnya Andi atau Anto. Saat aku sampai, dia telah berdiri menungguku di simpang rumahnya. Pria kurus berkulit cokelat itu memakai baju hijau dan celana dasar hitam. Sebuah peci bertengger di kepala, memberikan kesan alim pada sosoknya yang murah senyum.
rundiang
Menata Ruang Pergelaran: Menjaga Nyala Kreativitas Tanpa Mengorbankan Kepentingan Publik
Setidaknya, kita patut mengapresiasi bahwa kota kita tidak pernah kehabisan insan-insan kreatif, mereka yang berpikir kritis, berkarya, dan memiliki prestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Payakumbuh, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Ayah dan Ibu Menempel di Puisi Seperti Stiker
Matahari kedinginan
Aku mencarikannya selimut
Ke dada ibu
Ke dada ibu
Antara Sikap Keilmuan dan Adab
Tulisan ini merupakan respon terhadap polemik yang kerap menyudutkan pengkritik pemikiran sufi sebagai pihak yang tak beradab. Penulis menegaskan pentingnya mendudukkan kritik keilmuan secara proporsional tanpa mengikis rasa hormat (adab) kepada para ulama. Melalui refleksi historis dan keteladanan para ulama terdahulu, dengan ini penulis nan faqir ini, berupaya memberikan sebuah esai guna mengajak pembaca membedakan ranah dialektika akademis dari persoalan adab maupun penentuan maqam kewalian seseorang.
Sisa Marxisme 30 Persen: Mengapa Mantan Aktivis Kiri Seperti Hasan Nasbi Akhirnya Fikrah di Birokrasi
Menjadi aktivis kiri di kampus dan kompromistis begitu memegang kendali atas adik-adik sepertinya sudah jadi starter pack wajib sebagian mantan aktivis. Penasihat Khusus Presiden yang juga menjabat Komisaris PT Pertamina (Persero), Hasan Nasbi, secara blak-blakan menceritakan kembali nostalgia romantis perjalanannya berakrobat secara intelektual mulai dari penganut gagasan religius, berbelok drastis ke kiri ekstrem, hingga akhirnya berlabuh nyaman di pelukan birokrasi pusat.
Saya Dikeluarkan dari Sekolah Tempat Saya PPL karena Insta Story yang Saya Buat
Semua bermula pada suatu Selasa sore yang tenang, 14 Juli 2026. Melalui sebuah tulisan di Insta story, saya mengunggah sebuah refleksi pribadi mengenai arah pendidikan kita hari ini. Bisa disebut sebuah curhatan pendek yang murni berbicara pada tataran gagasan, tanpa menyebut satu pun nama sekolah, tanpa menunjuk satu pun hidung individu, dan tanpa berniat mengusik kedamaian instansi mana pun. Agar tulisan itu memiliki daya pikat bagi pembaca, saya menyertakan sebuah hook: narasi bahwa saya saat ini sedang menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).





