Kaji

Memperbaiki Cara Berpikir Jaksa Penuntut Umum dalam Kasus Dugaan Mark Up Amsal Sitepu

Memperbaiki Cara Berpikir Jaksa Penuntut Umum dalam Kasus Dugaan Mark Up Amsal Sitepu

”Ahli IT yang ikut membuat Perhitungan Kerugian Negara, tidak pernah di BAP, tidak pernah hadir di persidangan dan tidak ada lampiran perhitungannya di LHP. Ahli IT dan Auditor juga Tidak mengakui adanya Biaya Ide / Konsep, Clip On/Microphone, Cutting, Editing dan Dubbing didalam RAB, Mereka menghitung biaya Cutting, Editing, Dubbing, Clipon /Microphone & Ide sebesar, 0 Rupiah.”

— Pernyataan Amsal Christy Sitepu melalui Instagram nya @amsalsitepu (Kamis, 26 Maret 2026)

YouTube Malaka: Kalau Nggak Bisa Dibuktikan, Kenapa Kamu Percaya? Kelas Pakar Bersama Hasanudin Abdurakhman, Fisikawan Lulusan Jepang

YouTube Malaka: Kalau Nggak Bisa Dibuktikan, Kenapa Kamu Percaya? Kelas Pakar Bersama Hasanudin Abdurakhman, Fisikawan Lulusan Jepang

Pada bulan Juli 2025 lalu, ada pembasahan menarik di kanal YouTube MALAKA kembali yang mengundang banyak atensi. Video mereka yang berjudul: ”Kalau Nggak Bisa Dibuktikan, Kenapa Kamu Percaya?” itu menghadirkan narasumber fisikawan.

Hasanudin Abdurakhman yang akrab disapa Kang Hasan itu hadir di sana, pria yang sudah mengkhatamkan pendidikan S1-nya di Jurusan Fisika FMIPA UGM dan S2-S3-ny di di bidang Fisika Universitas Tohoku, Sendai, Jepang itu hadir pada video yang di upload 8 Juli 2025 dan telah mendapatkan penayangan sekitar 64 k views, dengan durasi video hampir 10 menit.

Pasaman Barat sebagai Ruang Multikultural: Romantisme Asimilasi Antar Etnis

Pasaman Barat sebagai Ruang Multikultural: Romantisme Asimilasi Antar Etnis

Pasaman Barat adalah sebuah kabupaten yang terletak di Sumatra Barat, dikenal dengan keberagaman etnis dan budayanya. Wilayah ini dihuni oleh berbagai suku, seperti Minangkabau, Mandailing, Batak, dan Jawa, yang telah hidup berdampingan selama bertahun-tahun. Harmoni yang tercipta di antara masyarakat ini mencerminkan suatu bentuk asimilasi yang sangat unik dan romantis, yang kemudian menciptakan identitas khas bagi Pasaman Barat. Sebelum lebih jauh membahas fenomena yang ada di Pasaman Barat, kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu Romantisme dan Asimilasi.

Bangunan Kecil, Ingatan Besar: Rangkiang dalam Perspektif Budaya A.A. Navis

Bangunan Kecil, Ingatan Besar: Rangkiang dalam Perspektif Budaya A.A. Navis

Di halaman depan rumah gadang, rangkiang berdiri seperti catatan kaki yang tak pernah dibaca terburu-buru. Rangkiang tidak sekadar bangunan penyimpan padi, tapi adalah penanda struktur sosial, ekonomi, dan kosmologi Minangkabau. A.A. Navis, dalam Alam Takambang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau, menempatkan rangkiang sebagai bagian integral dari sistem kehidupan kaum sebuah institusi material yang menyimpan ingatan kolektif masyarakat agraris.