Deliar Noer dalam disertasinya yang masyhur itu, “Gerakan Mnoderen Islam”, menyebutkan bahwa madrasah ini merupakan sekolah agama moderen pertama di Minangkabau yang telah berdiri sebelum Madrasah Thawalib dan Madrasah Tarbiyah Islamiyah memaklumkan diri. Letak moderen itu ialah dari segi metode pembelajaran, adanya pelajaran umum, dan kelengkapan seperti papan tulis, bangku-meja, dan ruang kelas. Dari segi isi, tetap sebagaimana di surau-surau kebanyakan. Madrasah ini didirikan oleh tokoh ulama Ampek Angkek, yaitu Syekh Abdul Latif Syakur, seorang ulama besar, pengarang ulung, dan sosok pendidikan yang melampui zamannya.
Kaji
Pangan Belum Tentu Mandiri, Tapi Sudah Tersinggung: Melihat Duduk Perkara Laporan terhadap Feri Amsari
Laporan terhadap Feri oleh LBH Tani Nusantara memang mengandung dimensi legal standing sebagai warga negara. Tapi, jangan hanya berhenti sampai disitu saja, substansi pernyataan Feri tidak bisa dilepaskan dari perdebatan akademik dan empiris terkait kebijakan pangan. Dalam hal ini, kritiknya justru menemukan relevansi jika dibaca melalui data dalam briefing paper yang disusun oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan koalisi masyarakat sipil.
Luhak Limo Puluah dalam Catatan Midden-Sumatra 1877-1879: Keindahan Harau dan Payakumbuh (Hal. 45–46)
Dokumen atau risalah ini berjudul ”Midden-Sumatra: Reizen en onderzoekingen der Sumatra-expeditie, uitgerust door het Aardrijkskundig Genootschap (1877–1879)” merupakan laporan resmi berbahasa Belanda perihal Ekspedisi Sumatra (dikenal juga sebagai Ekspedisi Sumatra Tengah) yang berlangsung pada akhir abad ke-19. Di samping itu, pengawas utama dalam ekspedisi ini adalah Prof. P. J. Veth, atau yang memiliki nama lengkap Pieter Johannes Veth. Ia merupakan seorang profesor ternama asal Belanda yang ahli dalam bidang geografi dan etnografi Hindia Belanda.
Memperbaiki Cara Berpikir Jaksa Penuntut Umum dalam Kasus Dugaan Mark Up Amsal Sitepu
”Ahli IT yang ikut membuat Perhitungan Kerugian Negara, tidak pernah di BAP, tidak pernah hadir di persidangan dan tidak ada lampiran perhitungannya di LHP. Ahli IT dan Auditor juga Tidak mengakui adanya Biaya Ide / Konsep, Clip On/Microphone, Cutting, Editing dan Dubbing didalam RAB, Mereka menghitung biaya Cutting, Editing, Dubbing, Clipon /Microphone & Ide sebesar, 0 Rupiah.”
— Pernyataan Amsal Christy Sitepu melalui Instagram nya @amsalsitepu (Kamis, 26 Maret 2026)
Gincu Kota Wisata, di Atas Amnesia Massal Ratusan Nyawa di Pelataran Jam Gadang
Bagaimanapun, Bukittinggi tetaplah kota dengan tumpukan luka yang masih menganga. Menangis Usmar Ismail, Hatta, Syahrir, Agus Salim dari dalam kubur melihat keadaan ini. Benar-benar alam Minangkabau yang tak terbayangkan oleh Datuak Katumangguangan dahulunya.
YouTube Malaka: Kalau Nggak Bisa Dibuktikan, Kenapa Kamu Percaya? Kelas Pakar Bersama Hasanudin Abdurakhman, Fisikawan Lulusan Jepang
Pada bulan Juli 2025 lalu, ada pembasahan menarik di kanal YouTube MALAKA kembali yang mengundang banyak atensi. Video mereka yang berjudul: ”Kalau Nggak Bisa Dibuktikan, Kenapa Kamu Percaya?” itu menghadirkan narasumber fisikawan.
Hasanudin Abdurakhman yang akrab disapa Kang Hasan itu hadir di sana, pria yang sudah mengkhatamkan pendidikan S1-nya di Jurusan Fisika FMIPA UGM dan S2-S3-ny di di bidang Fisika Universitas Tohoku, Sendai, Jepang itu hadir pada video yang di upload 8 Juli 2025 dan telah mendapatkan penayangan sekitar 64 k views, dengan durasi video hampir 10 menit.





