Tambaro : "Kalau orang sudah berkepala palu itu, Siti. Kepala awak disangka paku aja deknya." Siti : "Iyo, Da. Kadang antah lo lah, gadang lo bunyi pado tokok. Tokoknyo sagetek, tapi bunyinyo sa-Ampek Angkek. Tokoknyo di Jirek, tapi kadangaran sampai Jabodetabek....
rundiang
Kedaulatan Rakyat di Tengah Kuasa Partai
Demokrasi Tidak Cukup Hanya dengan Pemilu
Ada kegelisahan yang layak kita renungkan: siapapun yang memimpin negeri ini, Indonesia tidak akan banyak berubah selama kedaulatan rakyat terlalu jauh berada di bawah kendali partai politik. Kalimat itu memang terdengar keras. Namun, daripada buru-buru menolaknya, lebih baik kita mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar: setelah rakyat mencoblos dan pemilu selesai, sebenarnya siapa yang memegang kendali atas kekuasaan?
Habis Asap Terbitlah Sawit
Selain menonton pertunjukan, saya juga mengamati pameran seni di perhelatan Jong Bataks Arts Festival #12 di kota Medan pada penghujung tahun 2025 lalu. Salah duanya adalah pameran dari Nonblok Ekosistim, Pekanbaru, Riau. Dari gedung pertunjukan, saya mengikuti instruksi MC untuk segera menuju ke ruang pameran. Sembari menunggu petunjuk selanjutnya saya dan pengunjung lainnya yang didominasi oleh anak-anak sekolah, ikut mengantri di halaman. Saya memperhatikan anak-anak sekolah itu. Tiap sebentar mereka bergaya di depan Hp masing-masing. Mereka tampak seolah tak kuasa untuk menahan diri untuk memotret banyak hal. Tentu saja juga memotret diri mereka sendiri. Mengambil video diri, terkadang juga sambil berjoget-joget.
Irsyad Itu Tugas, Bukan Pangkat: Berikut Beberapa Syarat Memilih Mursyid di Akhir Zaman
Jika ingin mencari seorang mursyid, untuk suluk di jalan tasawuf sunni maka ada 4 syarat yang harus dimiliki, jangan sembarang mursyid, tidak semua orang bisa jadi mursyid, bahkan tidak semua wali boleh jadi mursyid
Salik Buta di Minangkabau
Sampai saat ini belum ada kajian atau studi terhadap salik buta di Minangkabau. Adapun yang disebut salik buta adalah orang yang mengaku sebagai ahli tasawuf tapi menyimpang secara keyakinan dan amalan. Istilah salik buta awalnya populer di Aceh. Salah satu ulama Aceh bernama Tgk. Abdullah Ujong Rimba menulis penolakan terhadap salik buta berjudul Risalah Penolak Salik Buta.
Mengapa Tan Malaka Masih Perlu Ada?
Sebuah balasan atas kegugupan Pak Ferry Hidayat terhadap Tan Malaka dalam tulisan ”Menjilat Jilat Madilog dengan Kesumat”
Membaca tanggapan Pak Ferry Hidayat yang sarat dengan gejolak afektif membuat saya menyadari satu hal: betapa beratnya beban emosional seseorang ketika konstruksi akademisnya diuji di ruang publik.





