Dunia sastra Indonesia kehilangan salah satu penjaga sunyi. Penyair dan cerpenis asal Payakumbuh, Iyut Fitra (Zulfitra), berpulang ke rahmatullah di RS M. Djamil, Padang, Senin, 27 April 2026 pukul 15.26 WIB. Kepergiannya menutup satu jejak penting dalam konstelasi sastra Indonesia kontemporer, tetapi meninggalkan poetics of memory yang akan terus hidup dalam kata-kata.
Obituari
Wahai Angku Yus, Siapa Lagi yang Menjaga Kata-Kata Adat Itu
Melalui rekaman kaset dan video, ia mentransformasikan tradisi lisan ke dalam bentuk reproduksi modern, yang jelas bukan sekadar adaptasi, tapi juga strategi artikulasi budaya dalam menghadapi arus globalisasi. Gurindam yang ia lantunkan menjelma menjadi mnemonic device, pengingat nilai sekaligus jembatan emosional bagi masyarakat rantau yang merawat ingatan akan kampung halaman.

