Dalam banyak perbincangan tentang Minangkabau, sistem matrilineal sering disebut sebagai salah satu keunikan yang paling menonjol. Ia kerap dipahami sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan sebuah sistem sosial di mana garis keturunan ditarik dari ibu, tanah pusaka diwariskan melalui perempuan, dan rumah gadang berdiri sebagai ruang yang dijaga oleh mereka yang disebut limpapeh rumah nan gadang.
Kaji
Mencari Semangat Tan Malaka di Era Post-Truth yang Cair
Membicarakan Tan Malaka hari ini adalah ibarat membuka kembali kode sumber kuno di tengah sistem operasi digital yang sudah melampaui arsitekturnya. Di satu sisi, Madilog tetap menjadi monumen intelektual yang impresif, sebuah upaya heroik untuk meretas mentalitas klenik bangsa melalui instrumen logika dan materialisme. Namun, ketika kita membenturkan visi Tan Malaka dengan realitas zaman posttruth dan hegemoni algoritma, kita mendapati adanya celah yang lebar, sebuah jeda kognitif yang membuat metode perjuangannya terasa seperti mencoba menjalankan aplikasi berat di perangkat warisan yang sudah tidak lagi mendapat dukungan pembaruan. Ini bukan berarti kita menolak sejarah, melainkan mengakui bahwa tantangan eksistensial kita hari ini telah bermutasi menjadi bentuk yang tidak lagi bisa didekati dengan manual lama yang sudah usang.
Di Bawah Perteduhan: Maulang Kaji Tentang Hakikat Nilai Kasih Sayang
Dari seluruh nilai yang terkandung dalam akhlak Islam, nilai yang memiliki kedudukan dan urgensi tertinggi, yang berada di urutan terdepan, tak lain adalah nilai kasih sayang. Kasih sayang tidaklah sekadar perasaan yang muncul dan bersifat temporal maupun terikat...


