Pada tanggal 19 September 2026, organisasi mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sukses melaksanakan kegiatan “September Hitam” dengan tema “Membaca Luka, Merawat Ingatan”. Kegiatan ini memantik antusiasme yang luar biasa dari para peserta, sebuah capaian yang memuaskan untuk acara yang baru pertama kali diadakan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Opini
Sudah Jatuh, Tertimpa Pidato!
Padahal mulut cuma satu. Tapi baru-baru ini Prabowo Subianto, ya, yang Satya Wira Wibawa itu, dikabarkan pidato lagi. Seperti dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat, 18 September 2026 yang lalu. Seolah algoritma sengaja mencemari kedua telinga ini dengan polusi suara semacam itu. Boleh jadi, demi menaikkan level nasib hidup di negeri ini, dari tragedi, menjadi komedi. Presiden kita ini tampaknya memang senang buang-buang air ludah ke muka kita, ya? Bahkan, di saat kemarau panjang seperti ini. Sungguh kekerasan simbolik! Jadi, daripada kadung basah, mending mandi saja sekalian, dengan membahas lebih jauh sembari membedah beberapa pidatonya dalam rentang waktu saat ini hingga, dua tahun ke belakang.
Belajar Ilmu dan Sikap Ilmiah
Belasan tahun aku belajar, puluhan kitab sudah aku khatamkan, beberapa dari semi-khusus, beberapa privat, beberapa sistem pengajian, beberapa lebih pada teman bahs dan debat. Satu kepribadian yang terbentuk dalam diriku, terkhusus saat berpendapat dalam kitab islami.
Legalitas Tanpa Moralitas: Mengapa Ruang Kelas Perlu Dijejali Materi Membangkang secara Tertib?
Ada lelucon birokratis yang ganjil dalam cara kurikulum kita menobatkan status “anak berprestasi”. Peserta didik dianggap sukses paripurna jika ia bermutasi jadi NPC yang patuh, bebas komplain, dan lihai menelan dogma legalitas tanpa pernah kepikiran mengaudit siapa pemegang saham di balik regulasi tersebut.
Dari Ota Lapau ke Coffee Shop: Anak Muda Mulai Bicara 2029
Seru juga sesekali duduk di kedai kopi Kota Padang. Kopi di meja, orang lalu-lalang, dan tanpa sengaja telinga kita menangkap percakapan yang kadang lebih dari kopi yang diminum.
Beberapa waktu lalu saya duduk di salah satu kedai kopi. Tidak jauh dari tempat saya ada tujuh anak muda yang sedang nongkrong. Awalnya saya kira mereka hanya membahas hal-hal biasa. Ternyata pembicaraannya masuk ke politik. Mereka mulai membahas 2029. Gerindra, PSI, NasDem. Nama Vasko, Fadli Amran, sampai Zigo ikut disebut. Lalu obrolannya bergeser ke Pilpres. Prabowo, Gibran, bahkan Anies.
Kepala Daerah Superiority Complex
“Penindasan tidak akan pernah hilang, jika rakyat masih percaya pemimpin adalah tuan bukan pelayan” – Tan Malaka
“Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka” ini bukan sebuah dalil, tapi hikmah yang telah lama hidup dalam khazanah peradaban Islam. Bisa diterjemahkan seperti “Pejabat Publik adalah Pelayan”. Sebuah hikmah, tetapi sejalan dengan apa yang menjadi prinsip dalam agama Islam, dalam perspektif Islam, jabatan bukanlah simbol kemuliaan, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan pencipta umat manusia.





