rundiang

Seorang Datuak Memukul Peminta Belasting di Lubuak Basuang (1934)

Seorang Datuak Memukul Peminta Belasting di Lubuak Basuang (1934)

KEPALA NEGRI DIPOKOEL.

Gara-gara minta belasting.

Di Balai Selasa (Loboek Basoeng) pada hari Selasa yang baroe laloe ada sedikit keriboetan, karena Kepala Negri Kampoeng Tengah dipoekoel orang. Kedjadiannja ada seperti berikoet:

Pada pagi hari itoe, Kepala Negri terseboet telah larang seorang jang bergelar Datoek Toemanggoeng Poetih boeat mendjoeal kelapa jang telah diambilnja dan akan didjoeal di Balai Selasa. Karena menoeroet keterangan K[epala] Negri kelapa itoe boekanlah kepoenjaan Dt. Toemanggoeng terseboet, melainkan adalah kepoenjaan anaknja, sedangkan anaknja itoe soedah 2 taon menoenggak oeang belasting.

Sudah Jatuh, Tertimpa Pidato!

Sudah Jatuh, Tertimpa Pidato!

Padahal mulut cuma satu. Tapi baru-baru ini Prabowo Subianto, ya, yang Satya Wira Wibawa itu, dikabarkan pidato lagi. Seperti dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat, 18 September 2026 yang lalu. Seolah algoritma sengaja mencemari kedua telinga ini dengan polusi suara semacam itu. Boleh jadi, demi menaikkan level nasib hidup di negeri ini, dari tragedi, menjadi komedi. Presiden kita ini tampaknya memang senang buang-buang air ludah ke muka kita, ya? Bahkan, di saat kemarau panjang seperti ini. Sungguh kekerasan simbolik! Jadi, daripada kadung basah, mending mandi saja sekalian, dengan membahas lebih jauh sembari membedah beberapa pidatonya dalam rentang waktu saat ini hingga, dua tahun ke belakang.

Belajar Ilmu dan Sikap Ilmiah

Belajar Ilmu dan Sikap Ilmiah

Belasan tahun aku belajar, puluhan kitab sudah aku khatamkan, beberapa dari semi-khusus, beberapa privat, beberapa sistem pengajian, beberapa lebih pada teman bahs dan debat. Satu kepribadian yang terbentuk dalam diriku, terkhusus saat berpendapat dalam kitab islami.

Dari Ota Lapau ke Coffee Shop: Anak Muda Mulai Bicara 2029

Dari Ota Lapau ke Coffee Shop: Anak Muda Mulai Bicara 2029

Seru juga sesekali duduk di kedai kopi Kota Padang. Kopi di meja, orang lalu-lalang, dan tanpa sengaja telinga kita menangkap percakapan yang kadang lebih dari kopi yang diminum.

Beberapa waktu lalu saya duduk di salah satu kedai kopi. Tidak jauh dari tempat saya ada tujuh anak muda yang sedang nongkrong. Awalnya saya kira mereka hanya membahas hal-hal biasa. Ternyata pembicaraannya masuk ke politik. Mereka mulai membahas 2029. Gerindra, PSI, NasDem. Nama Vasko, Fadli Amran, sampai Zigo ikut disebut. Lalu obrolannya bergeser ke Pilpres. Prabowo, Gibran, bahkan Anies.

Kepala Daerah Superiority Complex

Kepala Daerah Superiority Complex

“Penindasan tidak akan pernah hilang, jika rakyat masih percaya pemimpin adalah tuan bukan pelayan” – Tan Malaka

“Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka” ini bukan sebuah dalil, tapi hikmah yang telah lama hidup dalam khazanah peradaban Islam. Bisa diterjemahkan seperti “Pejabat Publik adalah Pelayan”. Sebuah hikmah, tetapi sejalan dengan apa yang menjadi prinsip dalam agama Islam, dalam perspektif Islam, jabatan bukanlah simbol kemuliaan, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan pencipta umat manusia.