Opini

Nasi Padang dan Distorsi Penamaan Etnis Minangkabau

Nasi Padang dan Distorsi Penamaan Etnis Minangkabau

Di balik kenikmatan nasi padang, sebenarnya ada beberapa faktor penyebab nasi padang bisa menyebar hingga ke sudut-sudut pinggiran berbagai tempat di Nusantara, bahkan sampai ke luar negeri. Nasi padang juga kental dengan nilai filosofis. Kalian pasti sadar, kenapa nasi padang itu lebih banyak porsinya saat dibungkus ketimbang makan di tempat? Beberapa sumber menyebutkan, hal tersebut merupakan bentuk apresiasi pemilik warung karena mereka tidak perlu repot untuk mencuci piringnya. Pemilik warung juga paham, jika nasi padang dibungkus, kemungkinan akan disantap beramai-ramai karena di daerah Minangkabau ada sebuah budaya yang bernama makan bajamba atau bisa diartikan “makan bersama”.

Kritik untuk Tuangku: Seperti Apa Harusnya Tuangku? Apakah dengan Meninggalkan Kewajiban, Masih Bisa Disebut Tuangku?

Kritik untuk Tuangku: Seperti Apa Harusnya Tuangku? Apakah dengan Meninggalkan Kewajiban, Masih Bisa Disebut Tuangku?

Fenomena penghormatan terhadap figur Tuangku di Padang Pariaman kini berada di persimpangan jalan yang mencemaskan. Jangan naik spaning dulu, baca baik-baik, terlebih memahami konteks ini membutuhkan kepala yang dingin. Gelar Tuangku sebagai warisan estafet keilmuan para Syekh terdahulu seharusnya merepresentasikan kedalaman intelektual dan kejernihan spiritual, ingat: ”harusnya”.

Oleh–Oleh Kunjungan untuk Pejabat

Oleh–Oleh Kunjungan untuk Pejabat

Kemarin, sebuah video lewat di beranda media sosial saya. Awalnya saya mengira hanya potongan video debat yang biasa berseliweran di media sosial.  Tetapi berselang beberapa detik setelah saya menonton, saya baru sadar ini agak berbeda. Di video itu terlihat Menko Polkam Djamari Chaniago sedang marah. Marahnya bukan setengah-setengah. Nada suaranya naik, kalimatnya keras, dan wajahnya jelas menunjukan kekesalan.