Dari Padang ke kampung saya, anda akan menghabiskan waktu 2 sampai 3 hari perjalanan jika lewat Filipina, tapi kalau lewat Kayu Tanam hanya memakan waktu 2 sampai 3 jam saja. Kalau anda lewat Madagaskar justru lebih cepat lagi, hanya menghabiskan waktu sebatang rokok. Sebatang rokok yang tak dinyalakan.
Kampung saya di Bukik Batabuah, tempat dimana kota Bukittinggi justru terlihat rendah dari situ. Karena memang kampung saya berada di pinggul bahenol gunung Marapi, sementara Bukitinggi berada di ujung jari kakinya saja.
Jika anda telah sampai di Bukik Batabuah, jangan pernah memakai baju tipis. Di sini sangatlah dingin. Untuk mengumpulkan niat mandi saja saya butuh tiga hari. Bahkan warga di sini kalau mandi mesti pakai jaket agar tak kedinginan. Bayangkan, betapa dinginnya itu.
Jika dihitung-hitung, barangkali 2 rakaat salat subuh di kampung saya pahalanya melebihi seribu rakaat salat orang-orang di Padang. Sebab untuk membuka selimut saja kami sudah merasa jihad fi sabilillah, belum lagi berwudu’ ke pancuran subuh-subuh, tentulah pahalanya setara mati syahid (oh, betapa Hamzah bin Abdul Muthalibnya kami).
Dingin di kampung saya allahurabbi dingin. Saya berani bertaruh, jika ada sales kipas angin yang berhasil menjual satu unit saja ke kampung saya, maka akan saya hajikan seluruh follower instagram Cristiano Ronaldo.
Cerita alay tak bakaruncingan di atas hanyalah hiburan belaka. Jika terdapat kesamaan cuaca dan kota, itu hanyalah metafora yang tak terprediksi oleh badan meteorologi dan giofisika. Jika judul tak mewakili isi, itu hanyalah trik sulap murahan untuk menjebak netizen.
Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Kalau ada kata-kata yang salah tolong dimaafkan;
Kok tasingguang ka naiak, talantak ka turun, tolong jan duduak dakek janjang.
Pecayalah, jerawat tumbuh tidak disebabkan oleh banyaknya makan kacang tojin.
Salam pramuka.

Penulis:
Zikri Almarhum
Lahir di Canduang, Kabupaten Agam, dan masih hidup. Menyukai puisi dan gajeboh. Buku pertamanya “wifi di atas kuburan” terbitan JBS hanya tinggal berapa eksemplar lagi, buruan diorder sebelum habis tandas. 😏