Mungkin setiap etnis yang tinggal di Sumatera mengenal cerita tentang jenenis makhluk yang disebut orang pendek yang tinggal di hutan-hutan tropis pulau yang lebat dan merimba raya itu. Mereka bukan orang Kubu, Sakai, atau Talang Mamak, kelompok-kelompok manusia yang dipercayai sebagai orang Sumatera Asli (proto Melayu) yang menyingkir ke hutan-hutan karena terdesak oleh kelompok Melayu muda yang datang dari daratan Asia. Orang pendek ini adalah jenis yang lain yang rupanya sudah lama menarik perhatian dunia ilmu pengetahuan Barat. Nama lokal yang diberikan kepadanya bermacam-macam, tapi yang paling dikenal adalah leco (dalam ejaan lama ditulis : letjo). Ada juga orang menyebut (si) bigau, tapi saya kurang pasti apakah ini makhluk dari jenis yang sama atau yang berbeda.
Kaji
Habis Asap Terbitlah Sawit
Selain menonton pertunjukan, saya juga mengamati pameran seni di perhelatan Jong Bataks Arts Festival #12 di kota Medan pada penghujung tahun 2025 lalu. Salah duanya adalah pameran dari Nonblok Ekosistim, Pekanbaru, Riau. Dari gedung pertunjukan, saya mengikuti instruksi MC untuk segera menuju ke ruang pameran. Sembari menunggu petunjuk selanjutnya saya dan pengunjung lainnya yang didominasi oleh anak-anak sekolah, ikut mengantri di halaman. Saya memperhatikan anak-anak sekolah itu. Tiap sebentar mereka bergaya di depan Hp masing-masing. Mereka tampak seolah tak kuasa untuk menahan diri untuk memotret banyak hal. Tentu saja juga memotret diri mereka sendiri. Mengambil video diri, terkadang juga sambil berjoget-joget.
Irsyad Itu Tugas, Bukan Pangkat: Berikut Beberapa Syarat Memilih Mursyid di Akhir Zaman
Jika ingin mencari seorang mursyid, untuk suluk di jalan tasawuf sunni maka ada 4 syarat yang harus dimiliki, jangan sembarang mursyid, tidak semua orang bisa jadi mursyid, bahkan tidak semua wali boleh jadi mursyid
Salik Buta di Minangkabau
Sampai saat ini belum ada kajian atau studi terhadap salik buta di Minangkabau. Adapun yang disebut salik buta adalah orang yang mengaku sebagai ahli tasawuf tapi menyimpang secara keyakinan dan amalan. Istilah salik buta awalnya populer di Aceh. Salah satu ulama Aceh bernama Tgk. Abdullah Ujong Rimba menulis penolakan terhadap salik buta berjudul Risalah Penolak Salik Buta.
Apa yang Bisa Kita Bicarakan tentang Halaqah Pengajian Sifat Duo Puluah?
“Baramulo syahadat itulah dibagi duo. Manyo nan duo? Paratamo syahadat tauhid, dan kaduo syahadat rasul. Ba a nan syahadat tauhid? Tahu di-tauhid nan ampek. Manyo nan ampek? Paratamu tauhid zat, nan kaduo tauhid sifat, nan katigo tauhid fi’il, nan ka ampek tauhid namo.”
Allah Menggunting Lidah Engkau
Sejauh ini kita sudah melihat betapa khazanah pantun Minangkabau kaya dengan pantun muda. Kita mendapat gambaran bahwa dunia percintaan dan erotisme tidak ‘diharamkan’ dalam pantun-pantun Minangkabau, walaupun etnis Minangkabau diidentikkan dengan Islam.





