Wahai Angku Yus, Siapa Lagi yang Menjaga Kata-Kata Adat Itu

oleh | Mar 28, 2026 | Obituari, Sosok

Langit Sungai Batang hari ini seakan meredup. Angku Yus Datuak Parpatiah Guguak berpulang pada 28 Maret 2026, meninggalkan ruang sunyi dalam lanskap kebudayaan Minangkabau. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Tuo Suku Sikumbang.

Kepergian sosok yang lahir dengan nama Yusbir di Maninjau pada 7 April 1939 ini bukan sekadar kehilangan personal, tapi adalah keretakan besar dalam ilmu pengetahuan Minangkabau. Selama hidupnya, ia menjelma sebagai penjaga oral tradition yang menghidupkan gurindam, pituah, dan petatah-petitih sebagai medium pedagogi budaya. Praktik yang semasa hidup selalu dekat dengan cultural preservation yang menjaga kesinambungan identitas kolektif.

Melalui rekaman kaset dan video, ia mentransformasikan tradisi lisan ke dalam bentuk reproduksi modern, yang jelas bukan sekadar adaptasi, tapi juga strategi artikulasi budaya dalam menghadapi arus globalisasi. Gurindam yang ia lantunkan menjelma menjadi mnemonic device, pengingat nilai sekaligus jembatan emosional bagi masyarakat rantau yang merawat ingatan akan kampung halaman.

Sebagai tokoh adat, ia pernah menyandang gelar Angku Yus Bandaro Bodi, sebuah posisi simbolik dalam struktur sosial suku Caniago. Namun lebih dari itu, masyarakat Minangkabau harus menyadari betul bahwa kepergian beliau adalah kehilangan yang sangat besar.

Tapi, meski begitu, dalam setiap pituah yang masih diulang, dalam setiap gurindam yang masih dilantunkan, suaranya tetap beresonansi, mengikat masa lalu dengan masa depan.