10 Puisi Pendek Zikri Almarhum yang Membuat Kamu Hendak ke Jamban

oleh | Mar 7, 2026 | Sastra

JAM TANGAN

bagi seorang prajurit
detik adalah
peluru yang lepas
dari moncong senapan
tapi tak membunuh siapa pun
kecuali hari-harinya sendiri

bagi seorang ibu
detik adalah
langkah anak
yang menjauh dari pintu
tapi tak menuju mana pun
kecuali doa-doanya sendiri


MEJA 

di atas meja
gelas teh yang masih hangat
meninggalkan bekas lingkaran
di atas taplak putih

di bawah meja
darah yang tumpah
menuliskan nama
yang tak bisa dihapus
oleh ledakan apa pun


PERANG

sepatu prajurit berlumpur
berdiri di atas sajadah

di sudut ruangan
sebuah granat
tidur dengan tenang
di dalam keranjang bayi


HARAPAN

jangkar yang berkarat
tenggelam
di dasar laut

rantainya
sudah 
putus

tapi tetap memegang
lumpur gelap
sebagai dermaga


KEMERDEKAAN

pintu sangkar terbuka
burung di dalamnya lepas
terbang
bebas
ke langit biru

lalu ia hinggap di ranting pohon randu
di bawahnya seorang pemburu
sedang mengisi peluru


KEADILAN

crayon
mewarnai
dirinya sendiri
di luar buku mewarnai


PERJAMUAN

kita makan
dari piring yang sama
untuk merayakan persahabatan

tapi kita bicara
dengan lidah yang berbeda
untuk merencanakan pengkhianatan

di atas meja
roti dibelah
di bawah meja
pisau diasah


SILSILAH

lelaki tua itu
menanam pohon
untuk meneduhkan
cucunya yang sedang belajar
menebang pohon


SORBAN

di atas meja kayu
sorban hitam itu diam
tak lagi melilit kepala

di luar jendela
angin membawa debu
dari tanah yang retak

sorban itu memanjang
menantang warna darah
yang tumpah di peta


INTEGRITAS

di sebuah toilet umum yang remang
seorang pembunuh bayaran
membasuh wajahnya berkali-kali

ia menatap cermin yang retak
memperbaiki kerah baju
lalu membayar bayangannya sendiri
sebelum menekan pelatuk
yang mengarah ke kepalanya sendiri

Penulis:
Zikri Almarhum
(Lahir di Canduang, Kabupaten Agam, dan masih hidup. Menyukai puisi dan gajeboh. Buku pertamanya “wifi di atas kuburan” terbitan JBS hanya tinggal berapa eksemplar lagi, buruan diorder sebelum habis tandas. (emot ketawa licik).)