Tahukah Anda? Ada seorang akademisi bernama Apria Putra yang merupakan Dosen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dirinya telah berdedikasi besar menyelamatkan kurang lebih 350 naskah ulama Minangkabau, hingga dilirik para peneliti dari dalam negeri, dan luar negeri seperti; Belanda, Itali, dan Malaysia.
Itu semua terdiri dari, berupa manuskrip kuno sekitar 80 buah, dan kitab-kitab ulama Minangkabau yang terbit masa kolonial sekitar 350 judul lebih. Kini, naskah-naskah dan kitab tersebut tersimpan rapi dengan penanganan yang baik di kediamannya di Jl. Padang Mangateh, Jorong Indobaleh Barat, Kec.Luak, Kab. Lima Puluh Kota
Pria yang juga akrab disapa ”Angku Mudo Khalis” tersebut menempuh pendidikan S1 di IAIN Imam Bonjol Padang dengan jurusan Sastra Arab, dan berlanjut di S2 Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, konsentrasi Filologi Islam/Pengkajian Islam, dan kini Pendidikan Doktoral S3 di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, jurusan Pendidikan Agama Islam.
Kini hari-harinya dipenuhi oleh beragam aktivitas keilmuan. Ia mengajar di dua kampus, yakni di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan di Ma’had Aly Syekh Sulaiman Ar-Rasuli. Di sela-sela kesibukan mengajar, ia juga aktif menyampaikan ceramah, melakukan penelitian, serta kerap diundang sebagai narasumber dalam berbagai seminar dan forum ilmiah. Rumahnya pun tak pernah benar-benar sepi; tamu datang silih berganti dari berbagai daerah, membawa pertanyaan, berdiskusi, dan menimba pandangan darinya. Aktivitas-aktivitas itu seakan menjadi napas yang menjaga kesinambungan tradisi intelektual yang ia tekuni.