“Kembalikan kami ke Sumatera Barat.” Kalimat itu terdengar seperti seruan pulang. Tetapi pulang ke mana? Ke provinsi yang kini bernama Sumatera Barat? Ke Pesisir Selatan dan Kerinci (PSK)? Ke Keresidenan Westkust yang digariskan Belanda? Atau ke Pagaruyung yang hidup dalam tambo dan senandung adat?
Sejarah
Ternyata pada Kurun Tahun 1878-1879 di Koto Gadang Pernah Terjadi Kebakaran Hebat, Bagaimana Penduduk Mengatasinya?
Dalam buku yang berjudul ”Twee Jaren op Sumatra’s Westkust” yang ditulis oleh Marius Buys terdapat sebuah kisah pilu yang merekam momen bersejarah di Koto Gadang, Luhak Agam.
Kebebasan yang Semu: M. Natsir dan Politik Orde Baru
Pascajatuhnya rezim Orde Lama pada kurun waktu 1966–1967, kepemimpinan nasional beralih kepada Letnan Jenderal Soeharto, yang kemudian dikukuhkan sebagai Presiden Republik Indonesia melalui TAP MPRS No. XXXIII/MPRS/1967. Kendati baru resmi dilantik pada 1967, Soeharto sesungguhnya telah memegang kendali penuh atas stabilitas keamanan dan roda pemerintahan sejak Maret 1966 berbekal Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno. Salah satu langkah strategis yang dirintis Soeharto pada Agustus 1966 adalah mengupayakan normalisasi hubungan diplomatik dengan Malaysia, yang sebelumnya retak akibat konfrontasi “Ganyang Malaysia”.
Croonenburg, Pos yang Hilang di Muara Salido
Angin berkesiur dari sebalik rindang dan rapatnya dedaunan. Di muara, di tempat sungai memuarakan perjalanannya kepada laut, ombak berdebur di muara Salido, memiuh sesekali menghempas pada batu gadang. Suaranya datang dan surut, kadang tenggelam di antara desir daun, benturan perkakas, dan seruan orang-orang yang sedang memindahkan batang-batang kayu gadang dari dalam hutan.
Vasily Malygin: Petualang Rusia, Selundupan Senjata, dan Perlawanan Rakyat Lombok 1893
Dunia sekarang sedang menyorot Vladimir Putin, Presiden Rusia kelahiran St. Petersburg 7 Oktober 1952 yang konon terpancur ke dunia dari rahim seorang wanita yang dalam keadaan sekarat hampir dikubur secara massal oleh pasukan Hitler di tahun 1940-an. Bagi kebanyakan orang Indonesia, mungkin konflik Rusia-Ukraina yang sedang terjadi terasa jauh, dapat dikesan dari tidak adanya demo solidaritas untuk rakyat Ukraina sebagaimana sedang terjadi di banyak kota Eropa dan Amerika (termasuk Amerika Latin).
Riwayat Perjalanan Intelektual Rangkayo Chailan Sjamsoe Membela Hak Perempuan
Nama wanita gempal yang duduk di tengah dalam foto ini adalah Rangkayo Chailan Sjamsoe Datoek Tomanggoeng (selanjutnya: [Rangkayo] Chailan Sjamsoe). Gelar ‘Rangkayo’ di awal namanya jelas mengindikasikan bahwa dia berasal dari kalangan berada dan terpelajar dari Minangkabau. Memang dalam masyarakat matrilineal terbesar di dunia itu, gelar ‘rangkayo’ hanya diperuntukkan bagi wanita. Sedangkan gelar ‘Datoek Toemanggoeng’ di akhir namanya adalah nama adat suaminya, Landjoemin Datoek Toemanggoeng, seorang intelektual Minangkabau dan penggiat pers pribumi di Batavia di awal abad 20.





