Setelah menonton serial tv Wiro Sableng di kedai yang kira-kira berjarak 1,5 km dari rumah, 23 tahun yang lalu, saya menyepak-nyepak batang tebu dan berciat-ciat ala pendekar sepanjang jalan pulang. Malamnya saya bicara serius dengan Bapak, di depan petromak Stormking...
Zikri Almarhum
Ketika Asap Mengepul, Kepala Daerah Dharmasraya Justru Cuti: Siapa yang Bertanggung Jawab?
Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kabupaten Dharmasraya di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, terasa kepala memilin, memilin yang tak cukup disebabkan oleh beban hidup tetapi juga disebabkan karena kelalaian negara.
Rangkayo Djamilah Djambek: “Pendekar Wanita” Minangkabau
Pada tulisan kali ini kita coba menurunkan kisah singkat seorang pendekar wanita Minang yang selama ini kurang dikenal. Dari namanya kita sudah dapat memperkirakan siapa wanita ini. Namanya adalah: Djamilah Djambek, yang tiada lain adalah anak Syekh Djamil Djambek, ulama Minangkabau yang terkenal itu.
Kenapa Kelompok Islam Politik Sering Gagal Mendapat Simpati Mayoritas Umat Islam?
Ada satu masalah kenapa kelompok islam politik atau harakiyun itu jarang mendapat simpati penuh dari mayoritas umat islam, baik yang sunni atau syiah, yaitu sifat eksklusif mereka, mereka merasa bahwa yang sedang memperjuangkan islam ya mereka sendiri, dimana jika ada orang yang melakukan sesuatu ke arah yang berbeda dengan kebijakan mereka atau berpendapat berbeda dengan arah politik mereka, mereka akan nyinyir dan menyerangnya, berbagai stempel disematkan mulai dari pengkhianat, musuh islam, munafikun, bahkan sampai pada level pengkafiran.
Sebuah Epilog: Tahāfut al-Tahāfut atas Konstruksi Sejarah dalam Konten Alwandi @nusa.angka Mengenai Sejarah Minangkabau
Terus terang, saya menyambut baik munculnya tanggapan baru dari Ammar Alwandi melalui akun @nusa.angka. Setidaknya, tanggapan tersebut memberi kesempatan untuk menguji (kembali) dasar dari sejumlah klaim sejarah yang sebelumnya ia sampaikan kepada publik.
Orang Pendek (Leco) di Hutan-Hutan Sumatra
Mungkin setiap etnis yang tinggal di Sumatera mengenal cerita tentang jenenis makhluk yang disebut orang pendek yang tinggal di hutan-hutan tropis pulau yang lebat dan merimba raya itu. Mereka bukan orang Kubu, Sakai, atau Talang Mamak, kelompok-kelompok manusia yang dipercayai sebagai orang Sumatera Asli (proto Melayu) yang menyingkir ke hutan-hutan karena terdesak oleh kelompok Melayu muda yang datang dari daratan Asia. Orang pendek ini adalah jenis yang lain yang rupanya sudah lama menarik perhatian dunia ilmu pengetahuan Barat. Nama lokal yang diberikan kepadanya bermacam-macam, tapi yang paling dikenal adalah leco (dalam ejaan lama ditulis : letjo). Ada juga orang menyebut (si) bigau, tapi saya kurang pasti apakah ini makhluk dari jenis yang sama atau yang berbeda.





